Ekka Blog: Pemanasan Global (Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Menanggulanginya)

MenuBar

29 April 2020

Pemanasan Global (Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Cara Menanggulanginya)


Pemanasan Global

Kumpulan Pengertian: Pengertian, Penyebab, Dampak Pemanasan Global
Gambar dari: Kumpulanpengertian.com

Pengertian Pemanasan Global

Pemanasan global (global warming) menjadi salah satu isu lingkungan utama yang dihadapi dunia saat ini. Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer bumi dan lautan secara bertahap serta sebuah perubahan yang diyakini secara permanen mengubah iklim bumi (Widodo dkk, 2017). Purjiyanta dkk (2016) juga menyebutkan bahw pemanasan global adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan atmosfer dan permukaan bumi. Peningkatan suhu permukaan bumi ini dihasilkan oleh adanya radiasi sinar matahari menuju ke atmosfer bumi, kemudia sebagian sinar ini berubah menjadi energi panas dalam bentuk sinar inframerah diserap oleh udara dan permukaan bumi (Arahim).

Baca juga: Besaran dan Satuan

Penyebab Pemanasan Global

Menurut Purjiyanta dkk (2016), penyebab pemanasan global adalah efek rumah kaca dan meningkatnya gas rumah kaca. Efek rumah kaca adalah suatu proses pemanasan permukaan planet atau benda langit yang disebabkan oleh komposisi serta keadaan atmosfernya (Zaipudin). Efek rumah kaca terjadi akibat panas yang dipantulkan oleh permukaan bumi terperangkap oleh gas- gas di atmosfer sehingga tidak dapat diteruskan ke luar angkasa, melainkan dipantulkan kembali ke permukaan bumi (Purjiyanta, dkk, 2016). Prosesnya yaitu, radiasi sinar matahari mengenai permukaan bumi, maka akan menyebabkan bumi menjadi panas. Radiasi panas bumi akan dipancarkan lagi ke atmosfer. Panas yang kembali dipantulkan oleh bumi terhalang oleh polutan udara sehingga terperangkap dan dipantulkan kembali ke bumi. Proses ini akan menahan beberapa panas yang terperangkap kemudian menyebabkan suhu bumi meningkat. Akibatnya, bumi tetap menjadi hangat dan suhunya kembali meningkat (Widodo dkk, 2017).

Gas rumah kaca adalah gas di atmosfer bumi seperti karbondioksida, metana, dinitrogen oksida, uap air, dan klorofluorokarbon yang memiliki sifat memerangkap panas sehingga panas yang dipantulkan oleh permukaan bumi tidak dapat diteruskan ke angkasa. Pemanasan global disinyalir karena adanya peningkatan gas rumah kaca yang ada di atmosfer. Aktivitas manusia selalu menghasilkan berbagai zat sisa buangan yang salah satunya berupa gas yang dianggap tidak menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan. Tetapi pada kenyataannya, saat ini gas buangan tersebut dapat menyebabkan perubahan mendasar di atmosfer dann kondisi kehidupan di bumi.

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya terjadinya pemanasan global menurut Widodo dkk (2017) diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Emisi CO2 yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil sebagai pembangkit tenaga listrik.
  2. Emisi CO2 yang berasal dari pembakaran gasoline sebagai bahan bakar alat transportasi.
  3. Emisi metana dari hewan, lahan pertanian, dan dari dasar Laut Arktik.
  4. Deforestation (penebangan liar) yang disertai dengan pembakaran lahan hutan.
  5. Penggunaan chlorofluorocarbons (CFCs) dalam refrigerator (pendingin).
  6. Meningkatnya penggunaan pupuk kimia dalam pertanian.


Dampak Pemanasan Global
Dampak yang diakibatkan dari pemanasan global yaitu:
  1. Temperatur bumi menjadi semakin tinggi, di beberapa wilayah temperaturnya menjadi lebih tinggi dan wilayah lainnya mungkin tidak.
  2. Tingginya temperatur bumi dapat menyebabkan lebih banyak penguapan dan curah hujan secara keseluruhan, tetapi masing-masing wilayah akan bervariasi, beberapa menjadi basah dan bagian lainnya kering.
  3. Mencairnya glasier yang menyebabkan kadar air laut meningkat. Begitu pula dengan daratan pantai yang landai, lama-kelamaan akan mengalami peningkatan akibat penggenangan air.
  4. Hilangnya terumbu karang. Sebuah laporan tentang terumbu karang yang dinyatakan bahwa dalam kondisi terburuk, populasi karang akan hilang pada tahun 2100 karena meningkatnya suhu dan pengasaman laut. Sebagaiman diketahui bahwa spesies lain hidupnya bergantung pada terumbu karang.
  5. Kepunahan spesies yang semakin meluas. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam majalah nature, peningkatan suhu dapat menyebabkan kepunahan lebih dari satu juta spesies. Sampai saat ini hilangnya spesies semakin meluas dan daftar spesies yang terancam punah terus berkembang dan bertambah.
  6. Kegagalan panen besar-besaran. Menurut penelitian terbaru, terdapat 90% kemungkinan bahwa 3 miliar orang di seluruh dunia harus memilih antara pergi bersama keluarganya ke tempat yang beriklim baik atau kelaparan akibat perubahan iklim dalam kurun waktu 100 tahun.
  7. Penipisan lapisan ozon. Berdasarkan pengamatan satelit, diketahui bahwa lapisan ozon secara berangsur-angsur mengalami perubahan penipisan sejak pertengahan tahun 1970 (Widodo dkk, 2017)

Usaha-Usaha Menanggulangi Pemanasan Global
Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pemanasan global menurut Widod dkk, (2017) adalah sebagai berikut:
  1. Menggunakan energi terbarukan dan mengurangi penggunaan batu bara, gasoline, kayu, dan bahan bakar organik lainnya.
  2. Meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan.
  3. Mengurangi deforestation
  4. Mengurangi penggunaan produk-produk yang mengandung chlorofluorocarbons (CFCs) dengan menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan.
  5. Mendukung dan turut serta pada kegiatan penghijauan.

Arahim juga menyebutkan beberapa  usaha-usaha untuk menanggulangi pemanasan global sebagai berikut:
  1. Menciptakan dan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan seperti biodisel.
  2. Penghijauan lahan, karena pohon mampu menetralisir udara yang tercemar dan menyerap keberadaan karbondioksida.
  3. Menghemat penggunaan listrik, karena Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggunakan bahan bakar yang akan menghasilkan gas-gas rumah kaca.
  4. Menghemat penggunaan kantong plastik karena sampah plastik adalah sampah yang sangat sulit untuk diurai sehingga cara paling mudah untuk melenyapkannya adalah dengan membakarnya. Pembakaran sampah plastik ini akan menimbulkan gas-gas rumah kaca yang berbaya sehingga perlu dikurangi.







Daftar Pustaka
Purjiyanta, dkk. 2016. IPA Terpadu Jilid 1 Kelas VII SMP/MTS. Jakarta: PT Gelora Aksara
Widodo, dkk. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.
Arahim. Ilmu Pengetahuan Alam: Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013. Klaten: CV. Grafika Dua Tujuh



                                          

1 comment:


  1. ayo daftarkan diri anda di 4g3n365*c0m :D
    WA : +85587781483

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Tinggalkan komentar dengan bahasa yang sopan.