Pengertian Kurikulum
Kurikulum secara Etimologi berasal dari kata Cure atau
Curere. Cure atau bertanding adalah kurikulum sebagai tempat peserta
didik bertanding untuk menguasai materi sampai garis finis. Sedangkan curere
atau berlari adalah kurikulum harus menempuh suatu tujuan (jarak yang harus
ditempuh). Dari penelurusan konsep, pada dasarnya kurikulum memiliki tiga
dimensi pengertian, yakni kurikulum sebagai materi pelajaran, kurikulum sebagai
rencana pembelajaran, dan kurikulum sebagai pengalaman belajar.
Oemar Hamalik (2008) menjelaskan tiga dimensi
pengertian kurikulum sebagai berikut:
- Kurikulum sebagai materi pelajaran. Kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh siswa untuk memperoleh sejumlah pengetahuan. Mata ajaran (subject matter) dipandang sebagai pengalaman orang tua atau orang-orang pandai masa lampau, yang telah disusun secara sistematis dan logis.
- Kurikulum sebagai rencana pembelajaran. Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang disediakan untuk membelajarkan siswa. Dengan program itu para siswa melakukan berbagai kegiatan belajar, sehingga terjadi perubahan dan perkembangan tingkah laku siswa, sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran. Dengan kata lain, sekolah menyediakan lingkungan bagi siswa yang memberikan kesempatan belajar. Kurikulum tidak terbatas pada sejumlah mata ajaran saja, melainkan meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa, seperti: bangunan sekolah, alat pelajaran, perlengkapan, perpustakaan, gambar-gambar, halaman sekolah, dan lain-lain.
- Kurikulum sebagai pengalaman belajar. Perumusan/pengertian kurikulum lainnya agak berbeda dengan pengertian-pengertian sebelumnya yang lebih menekankan bahwa kurikulum merupakan serangkaian pengalaman belajar. salah satu pendukung dari pandangan ini menyatakan sebagai berikut: Curriculum is interpreted to mean all of the organized courses, activities, and experiences which pupils have under direction of the school, whether in the classroom or not (Romine, 1945). Pengertian ini menunjukkan bahwa kegiatan-kegiayan kurikulum tidak terbatas dalam ruang kelas saja, melainkan mencakup juga kegiatan-kegiatan di luar kelas. Tak ada pemisahan yang tegas antara intra dan ekstra kurikulum. Semua kegiatan yang memberikan pengalaman belajar/pendidikan bagi siswa adalah kurikulum.
Baca juga: Perkembangan Kurikulum di Indonesia
Sumber:
Hamalik, O. 2008. Kurikulum & Pembelajaran. Jakarta:
Sinar Grafika.
Sanjaya, W. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran:
Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta:
Kencana.
No comments:
Post a Comment
Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Tinggalkan komentar dengan bahasa yang sopan.